Sabtu, Januari 25

Piala Antik Pekan Olah Raga ISI 1938







Piala Antik Bertuliskan :

Pekan Olah Raga I.S.I
Djakarta-2602
Hadiah Dari Pengoeroes Besar I.S.I
Oentoek Djoeara Djemparingan
Made England
Sms : 082126128671
Bbm : 22A2BBA2

Masa pendudukan Belanda

Pada tahun 1938 lahirlah Ikatan Sport Indonesia dengan singkatan ISI yang berkedudukan di Jakarta (waktu itu bernama Batavia). Pada saat itu ISI adalah satu-satunya badan olahraga yang bersifat nasional dan berbentuk federasi. Maksud dan tujuan didirikan organisasi ini adalah untuk membimbing, menghimpun dan mengkoordinir semua organisasi cabang olahraga yang telah berdiri pada saat itu antara lain PSSI (berdiri pada tahun 1930 di Yogyakarta), Persatuan Lawn Tenis Indonesia atau PELTI (berdiri pada tahun 1935 di Semarang) dan Persatuan Bola Keranjang Seluruh Indonesia atau sekarang lebih dikenal dengan nama Perbasi (berdiri pada tahun 1940 di Jakarta).
Pada saat itu ISI sebagai koordinator cabang-cabang olahraga juga pernah mengadakan Pekan Olahraga Indonesia pada tahun 1938 yang dikenal dengan nama ISI – Sportweek atau Pekan Olahraga ISI.

Masa Pendudukan Jepang

Dengan masuknya Jepang ke Indonesia pada bulan Maret 1942, ISI mengalami kesulitan dan rintangan dalam menjalankan fungsinya sehingga tidak bisa beraktifitas sebagaimana semestinya. Pada zaman pendudukan Jepang, gerakan keolahragaan di Indonesia ditangani oleh suatu badan yang bernama GELORA (Gerakan Latihan Olahraga). Tidak banyak peristiwa olahraga penting yang tercatat pada zaman pendudukan Jepang selama tahun 1942-1945, karena peperangan terus berlangsung dan kedudukan Tentara Jepang di Asia juga semakin terdesak

Masa Kemerdekaan

Dengan runtuhnya kekuasaan Jepang pada bulan Agustus 1945, maka diadakanlah kongres olahraga yang pertama pada masa kemerdekaan di bulan Januari 1946 yang bertempat di Habiprojo, Solo. Berhubung dengan suasana darurat pada masa itu, kongres ini hanya dapat dihadiri oleh tokoh-tokoh olahraga dari pulau Jawa.
Kongres tersebut akhirnya berhasil membentuk suatu badan olahraga yang bernama Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI)
Pada mulanya dalam kongres ini diajukan dua nama yang akan diberikan kepada Badan Olahraga yang bakal dibentuk yaitu ISI atau GELORA. Kedua nama tersebut akhirnya tidak terpilih dan sebagai kesimpulan rapat kongres tersebut diresmikanlah berdirinya organisasi PORI dengan pengakuan pemerintah RI sebagai satu-satunya badan resmi Persatuan Olahraga yang mengurus semua kegiatan olahraga di Indonesia yang menggantikan fungsi ISI.Sesuai dengan fungsinya, PORI juga bertindak sebagai koordinator semua cabang olahraga di Indonesia dan khusus mengurus kegiatan-kegiatan olahraga dalam negeri. Dalam hubungan tugas keluar berkaitan seperti Olimpiade dengan Internasional Olympic Commitee (IOC), Presiden Republik Indonesia telah melantik Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI) yang diketuai oleh Sultan Hamengkubuwono IX dan berkedudukan di Yogyakarta.


Selasa, Januari 7

JVC 3060EU-C






JVC 3060EU-C

Country:  Japan
Year:
1976
Manufacturer / Brand:  JVC - Victor Company of Japan, Ltd.; Yokohama
Type: Television- and Radio Receiver, perh. also + Rec. etc. (TV Radio)
Semiconductors (the count is only for transistors) : Semiconductors present
Principle Super-Heterodyne (Super in general)
Wave bands Wave Bands given in the notes.
Details Cassette-Recorder or -Player
Power type and voltage Line / Batteries (any type) / 220 / 12 Volt
Loudspeaker Permanent Magnet Dynamic (PDyn) Loudspeaker (moving coil)
Material Modern plastics (no Bakelite or Catalin)
Shape Portable set > 8 inch (usable without mains)
JVC 3060 EU Radio-TV-Cassette Recorder FM/SW/MW/TV-VHF/TV-UHF ALC/Variable          Sound Monitor Mixing Play System;
3" B/W TV with CCIR B/G VHF/UHF tuner, picture turning switch, Radio: cycle scale, bass & treble control, mix balance control, dial light, tuning/batt./level meter, FM AFC/MW sens

Semuanya masih jalan,hanya perlu sedikit servis untuk menyempurnakannya,selebihnya seperti tampak pada gambar
sms : 082126128671
bbm : 22A2BBA2

Senin, Januari 6

Jam Dinding Junghans Lubang 2 / Senar Obat Nyamuk







Jam dinding merk Junghans buatan Jerman
Kondisi masih berfungsi dengan baik,berbunyi setiap jarum menit di angka 6 dan 12 atau 30 menit sekali,setiap jarum menit di angka 12 maka jam berbunyi sesuai dengan jumlah angka jarum jam.
Dimensi 63 cm x 28 cm x 24 cm
selebihnya seperti tampak pada gambar

sms : 082126128671
bbm : 22A2BBA2

Sabtu, Januari 4

Radio Phonograph JVC NIVICO STC-19







Radio Phonograph JVC NIVICO STC-19
Radio Hidup
Pemutar Piringan Hitam Jalan
Dimensi P X L X T : 66 cm X 15 cm X 43 cm

Kondisi Fisik seperti tampak pada gambar,selain cocok untuk dijadikan pajangan,karena tampilannya yang cukup antik,sekali kali anda juga bisa menikmati fungsi radio dan pemutar piringan hitamnya,tentunya dengan audio khas barang antik yang tidak sebening audio radio radio baru atau turntable baru,tapi anda akan menemukan sensasi yang berbeda,jika anda mendengarkannya.

sms : 082126128671
bbm : 22A2BBA2

SOLD OUT

Jumat, Januari 3

Jam Dinding Kienzle





Jam Minding Kienzle
kondisi hidup dan normal,selebihnya seperti tampak pada gambar

sms : 082126128671
bbm : 22A2BBA2

SOLD OUT

Jam Dinding Junghans Keramik







Jam dinding Junghas lobang satu,bahan keramik,berfungsi dengan baik dan terawat,salah satu item jam dinding junghans yang cukup langka.

sms : 082126128671
bbm : 22A2BBA2

SOLD OUT

Mengidentifikasi Radio Philips

Siapa tak kenal merk Philips? Jaman dulu hampir semua orang pasti menjawab Philips jika ditanya radio apa yang bagus. Brand image-nya sangat kuat melekat di kepala , menjadi brand in mind, tertancap kuat dan langsung meluncur dari mulut tanpa sadar. Begitulah dominasi merk.  Padahal menurut saya untuk urusan radio Telefunken lebih baik daripada Philips. Trafo OT untuk audionya lebih baik dalam menghasilkan suara. Tapi apa daya, persepsi selalu lebih unggul ketimbang fakta.

Sebagaimana produk2 Belanda lainnya seperti sepeda, radio tabung ternyata dapat diidentifikasikan berdasarkan serial number-nya. Nomer serial ini dapat ditemukan di bagian belakang radio, yakni pada penutup (rear cover) dan rangka mesin. Bentuknya berupa kertas kecil menempel dengan beberapa nomer seperti di bawah :
Perhatikan kotak hitam di tengah. Tertulis “type” lalu di sampingnya angka BIN236U. Di sebelah kanannya adalah tegangan kerjanya yang 110-130V AC. Angka bawahnya adalah frekuensi getaran listrik yang sesuai yakni 50hz. Dan bawahnya lagi, 30, mengejutkan: besar konsumsi listrik dalam watt! Bayangkan saja, radio kecil demikian  ternyata menghabiskan energi 30watt untuk menyala. Angka terakhir di bawah adalah nomor urut produksi radio.
Mari dimulai. Philips biasanya menaruh 6 deretan simbol yang terdiri dari angka dan huruf untuk penomerannya. Susunan itu sendiri dibagi menjadi dua periode yakni 1946-1955 dan 1955-1965. Penomeran sebelum 1946 tidak dapat dijadikan identifikasi tahun dan tipe radio.
Metode penomoran periode I : 1946-1956, contoh BX326U, BIN206U, BIN115U, BX535A,dll
-         Kode pertama berupa Huruf merupakan kode untuk Tipe radio
-         Kode kedua berupa Huruf merupakan kode untuk Negara Perakit
-         Kode ketiga berupa Angka merupakan kode untuk Kelas Harga
-         Kode keempat berupa Angka merupakan kode untuk Tahun / Serial
-         Kode kelima berupa Angka merupakan kode untuk Serial
-         Kode keenam berupa Huruf merupakan kode untuk Catu daya
-         Akhiran
Metode penomoran periode II : 1956-1966, contoh nomer B2X35U, B6X72A, B4X55T, dll.
-         Kode pertama berupa Huruf merupakan kode untuk Tipe radio
-         Kode kedua berupa Angka  merupakan kode untuk Kelas Harga
-         Kode ketiga berupa Huruf merupakan kode untuk Negara Perakit
-         Kode keempat berupa Angka merupakan kode untuk Tahun
-         Kode kelima berupa Angka merupakan kode untuk Serial
-         Kode keenam berupa Huruf merupakan kode untuk catudaya
-         Akhiran
Sebagai contoh mari dilihat nomer tipe gambar di atas yakni BIN236U yang merupakan nomer untuk periode I.  Urutan ini dilihat sebagai :
                                        B-–IN–-2–-3–-6–-U 
B
Simbol pertama adalah tipe produknya. Philips memiliki beberapa lini produk dan untuk membedakannya diberi kode-kode abjad. Kode lainnya adalah :
A : Tuner
F : Console
B : Tabletop set
N : Radio Mobil
H : Radio dengan Pickup
L : Portable
P : Portable / Radio Mobil
T : Televisi
IN
Urutan kedua  adalah negara perakit atau origin country. Kode untuk negara lainnya adalah :
X      : Belanda / Belgia
A     :  Austria
D     :  Jerman
S      : Swedia
DK   :  Denmark
E     :  Spanyol
F     :  Perancis
SF   :  Finlandia
G     :  Inggris Raya
I      :  Italia
N     :  Norwegia
W     : Amerika Serikat
IN   :   Indonesia
Philips memiliki banyak pabrik perakitan elektronik di berbagai negara, hingga dimunculkanlah kode-kode tertentu untuk membedakan asal pabrik perakitan. Yang paling umum adalah kode X, yang merupakan produksi Belanda (juga Belgia). Pasangan huruf dan nomor juga bisa berarti lokasi perakitan, misalnya E-nomor berasal dari Eindhoven, PL-nomor dari Philips Leuven.
2
Urutan ketiga kelas harga. Semakin kecil angka nomornya, berarti makin murah dan rendah kelasnya, sebaliknya semakin besar berarti semakin mahal. Kelas juga menunjukkan fasilitas yang menyertainya, misalnya untuk angka 0 (nol) adalah paling murah dan sederhana, tanpa disertai fasilitas apapun. Angka 6 dapat dipergunakan sebagai amplifier. Angka 9 termahal sekaligus memiliki beberapa fasilitas seperti tape recorder dan signal scope. Tetapi untuk radio pasar Indonesia saya perhatikan selalu diberi nomer lebih tinggi untuk produk yang sama. Entah apa maksudnya.
3
Urutan keempat adalah akhiran dari tahun pembuatannya. Nomer pada contoh adalah termasuk dalam periode I maka angka 3 berarti tahun ‘53.
6
Urutan kelima adalah nomer serial pembeda radio. Hal ini dilakukan karena pada tahun yang sama kemungkinan besar Philips memperoduksi beberapa tipe radio sehingga untuk membedakan jenisnya digunakan angka serial ini.
U
Urutan keenam adalah kode sumber daya. Kode lainnya adalah :
A : Tenaga listrik AC
U : Universal (AC / DC)
B : Baterai
V : Aki
T : Radio transistor dengan baterai voltase rendah
X : Catu daya utama AC atau dengan vibrator DC
Z : Gabungan aki dan soket
Pada umumnya radio tabung menggunakan akhiran A, yang berarti catu daya dari voltase AC alias PLN punya. Sementara untuk kode U radio tersebut dapat menggunakan arus AC maupun DC 90V. Huruf V adalah radio mobil. Kode huruf X berarti radio tersebut memiliki catu daya utama AC, tetapi dapat dinyalakan dengan catu daya DC melalui vibrator (semacam tenaga cadangan, fungsinya mirip baterai).
Beberapa tipe radio menambahkan akhiran yang bisa berupa garis miring atau nomor. Kode ini bisa berarti apa saja semisal kode perbaikan teknis, tingkat pengembangan, besar frekuensi daya listrik, kode modifikasi, Mmaupun produk untuk pasar tertentu.
Mengacu penjelasan diatas maka radio Philips dengan tipe BIN236U dapat diterjemahkan sebagai:
“Radio Philips model table top yang menduduki klas 2 dan diproduksi pada tahun 1953 dengan menggunakan tabung tabung model U yang dapat dinyalakan dengan tegangan AC maupun DC.”
Nah sekarang silakan periksa bagian belakang radio anda, siapa tahu ada sejarah menarik lainnya yang terungkap. Selamat memeriksa.

sumber : Radio Tabung

Kamis, Januari 2

Radio Tape National RQ-458TS




Mendengarkan siaran radio dari tape jadul atau memutar kaset pita, meskipun dengan kualitas audio yang tidak sebening produk radio radio baru, akan memberikan sensasi bebeda,inilah yang membuat radio jadul masih cukup asyik untuk dinikmati suaranya.

Radio Tape National RQ-458TS 
berfungsi dengan baik,tape&radio OK/hidup/normal
kondisi fisik seperti tampak pada gambar

sms : 082126128671
bbm : 22A2BBA2

SOLD OUT

Rabu, Januari 1

Radio Tabung Telefunken Bandola 7161W







Telefunken Bandola 7161W :

*Country : Germany
*Principle : Super-Heterodyne (Super in general)
*Wave bands : Broadcast plus more than 2 Short Wave bands
*Power type and voltage : Alternating Current supply (AC) / 110-240 Volt
*Loudspeaker     Permanent Magnet Dynamic (PDyn) Loudspeaker (moving coil)
*Material : Bakelite case
*Dimensions (WHD) : 460 x 270 x 190 mm / 18.1 x 10.6 x 7.5 inch

Kondisi original Hidup/normal/menangkap siaran
Kondisi Bok seperti tampak pada gambar
Berminat ???

sms 082126128671
bbm 22A2BBA2