Kamis, November 28

Cangkir

 Rp 70.000,-

 Rp 60.000,-
    
Rp 70.000,-

 Rp 100.000,-

 Rp 70.000,-

 Rp 100.000,-
   
Rp 70.000,-

 Rp 70.000,-

Rp 70.000,-

 Rp 100.000,-
Berminat?Silahkan hubungi kami
Sms : 082126128671
Bbm : 22A2BBA

Workshop


Sms : 082126128671
Bbm : 22A2BBA2

Rabu, November 27

Koes Plus Volume 6




Koes Plus Volume 6 (1972):
1.kerinduan
2.ibu dan lagunya
3.tears are falling
4.oh kasihku
5.waktu cepat berlalu
6.friedly love
7.hidup tanpa cinta
8.tiada jalan lagi
9.we say hello
10.bukan rahasia
11.unhappy sad
12.how much i love you



Koes Bersaudara 1960 -1963
  1. John Koeswoyo - (Koesdjono) : Bass Betot
  2. Tonny Koeswoyo - (Koestono) : lead Guitar
  3. Yon Koeswoyo - (Koesjono)  : Vokal, Rhythm Guitar
  4. Yok Koeswoyo - (Koesrojo)  : Vokal, Bass Guitar
  5. Nomo Koeswoyo - (Koesnomo)  : Drum
Koes Bersaudara 1963 - 1968, 1977, 1986 - 1987
  1. Tonny Koeswoyo : Lead Guitar, vokal
  2. Yon Koeswoyo  : Rhythm Guitar, vokal
  3. Yok Koeswoyo  : Bass Guitar, Vokal
  4. Nomo Koeswoyo  : Drum, Vokal
Koes Plus 1968 - 1969
  1. Tonny Koeswoyo  : Lead Guitar, Keyboard , vokal
  2. Yon Koeswoyo  : Rhythm Guitar , vokal
  3. Totok Adji Rahman  : Bass Guitar, (Khusus Album I - Deg Deg Plas)
  4. Murry - (Kasmurry) : Drum , Vokal
Koes Plus 1969 - 1987
  1. Tonny Koeswoyo  : Lead Guitar, Keyboard , vokal
  2. Yon Koeswoyo  : Rhythm Guitar , vokal
  3. Yok Koeswoyo  : Bass Guitar , Vokal
  4. Murry - (Kasmurry) : Drum , Vokal
Koes Plus 1989 - 1991
  1. Yon Koeswoyo  : Rhythm Guitar , vokal
  2. Yok Koeswoyo  : Bass Guitar , Vokal
  3. Murry - (Kasmurry) : Drum , Vokal
Koes Plus 1991
  1. Yon Koeswoyo  : Rhythm Guitar , vokal
  2. Yok Koeswoyo  : Bass Guitar , Vokal
  3. Murry - (Kasmurry) : Drum , Vokal
  4. Angga Koeswoyo  : Guitar
Koes Plus 1992
  1. Yon Koeswoyo  : Rhythm Guitar , vokal
  2. Yok Koeswoyo  : Bass Guitar , Vokal
  3. Abadi Susman  : Lead Guitar , Keyboard
  4. Jelly Tobing  : Drum
Koes Plus 1993
  1. Yon Koeswoyo  : Rhythm Guitar , vokal
  2. Yok Koeswoyo  : Bass Guitar , Vokal
  3. Murry - (Kasmurry) : Drum , Vokal
  4. Abadi Susman  : Lead Guitar , Keyboard
Koes Plus 1994
  1. Yon Koeswoyo  : Rhythm Guitar , vokal
  2. Yok Koeswoyo  : Bass Guitar , Vokal
  3. Murry - (Kasmurry) : Drum , Vokal
  4. Damon Koeswoyo  : Lead Guitar
Koes Plus 1994 - 1996
  1. Yon Koeswoyo  : Rhythm Guitar , vokal
  2. Yok Koeswoyo  : Bass Guitar , Vokal
  3. Murry - (Kasmurry) : Drum , Vokal
  4. Najib Usman  : Lead Guitar , Keyboard
Koes Plus 1996
  1. Yon Koeswoyo  : Rhythm Guitar , vokal
  2. Hans "B-Flat"  : Bass Guitar , Backing Vokal
  3. Murry - (Kasmurry) : Drum , Vokal
  4. Najib Usman  : Lead Guitar , Keyboard
Koes Plus 1997
  1. Yon Koeswoyo  : Rhythm Guitar , vokal
  2. Yok Koeswoyo  : Bass Guitar , Vokal
  3. Deddy Dores  : Lead Guitar
Koes Plus 1997
  1. Yon Koeswoyo  : Rhythm Guitar , vokal
  2. Murry - (Kasmurry) : Drum , Vokal
  3. Bambang Tondo  : Lead Guitar , Keyboard
  4. Jack Kashbie  : Bass , Vokal
Koes Plus 1998 - 2004
  1. Yon Koeswoyo  : Rhythm Guitar , vokal
  2. Murry - (Kasmurry) : Drum , Vokal
  3. Andolin Sibuea  : Lead Guitar , Keyboard
  4. Jack Kashbie  : Bass , Vokal
Koes Plus 2004 - Sekarang
  1. Yon Koeswoyo : Rhythm Guitar, Vokal
  2. Danang  : Lead Guitar, Vokal
  3. Sony  : Bass, Backing Vokal
  4. Seno  : Drum
Berminat?Silahkan hubungi kami
Sms : 082126128671
Bbm : 22A2BBA

Panber's 1+1=3


Panjaitan Bersaudara (Panbers) adalah satu nama kelompok pemusik yang merupakan kependekan dari Pandjaitan Bersaudara. Kelompok yang didirikan pada tahun 1969 ini terdiri dari empat orang kakak beradik kandung putra-putra dari Drs. JMM Pandjaitan, S.H, (Alm) dengan BSO Sitompul. Mereka adalah Hans Pandjaitan, Benny Pandjaitan, Doan Pandjaitan dan Asido Pandjaitan.
Dengan mengibarkan bendera Panbers, mereka merintis karier mereka di ibukota, mulai dari mengisi acara-acara hiburan di pesta sekolah dan pesta anak muda yang kala itu dikenal dengan 'pesta dayak'. Dengan modal tekad yang bulat serta perjuangan yang gigih mereka mencoba mencipta lagu dan membawakannya di pests-pesta masa itu. Satu nomor yang tak henti mereka bawakan adalah Akhir Cinta, sebuah nomor yang melodius yang tiada bosan mereka hantarkan dimana saja mereka mengadakan pertunjukan. Lewat nomor tersebut pulalah nama Panbers mulai dikenal dan membuat era baru dalam dunia musik Indonesia.
Perjalanan karier Panbers diawali dengan kemunculan pertamanya lewat panggung Istora Senayan pada acara Jambore Bands 1970 yang membawa nama Panbers lebih dikenal luas. Terlebih setelah kesempatan muncul di televisi terbuka sudah buat mereka. Maka melengkinglah lagu-lagu orisinil karya mereka sendiri seperti Bye Bye, Jakarta City Sound, Akhir Cinta, Hanya Semusim Bunga dan Hanya Padamu.
Keberhasilan performance mereka di televisi rupanya menarik perhatian bapak Digta Mimi, seorang Manajer perusahaan piringan hitam Dimita Molding Industries, yang kemudian mengantar kelompok Panbers ke dunia rekaman. Mereka diberi kepercayaan untuk mangabadikan lagu-lagu mereka ke dalam bentuk piringan hitam ebonite. Seperti yang telah diketahui, muncullah hit mereka yang abadi, Akhir Cinta yang selalu terpatri di hati penggemar blantika musik Indonesia. Satu tahapan kesuksesan mereka terenggut lewat long play ke-49 produksi PT. Dimita yang bersejarah itu.
Keberhasilan Panbers di dunia rekaman merupakan awal dari kebangkitan grup band di dalam dunia musik Indonesia yang masa itu di dominir oleh penyanyi-penyanyi tunggal. Kelompok Koeswoyo Bersaudara yang sebagai perintis pada tahun 60-an, kemudian kemunculan Panbers pada awal tahun 1972 yang secara tepat diikuti oleh sekian puluh kelompok pemusik yang meramaikan dunia musik Indonesia hingga saat ini.
Untuk mengikuti perkembangan musik, Kelompok Panbers yang telah kehilangan Hans Pandjaitan, mereka menambah personel ke dalam grup mereka yaitu Maxi Pandelaki yang diberi kesempatan untuk mengisi posisi bas. Sedangkan, Hans Pandjaitan diganti dengan seorang musikus yang bernama Hans Noya.
Saat inipun Panbers telah mempersiapkan juniornya sejak thn 1998 disebut The Boss READ: www.poskotanews.com/2012/12/27/the-boss-band-penerus-panbers/(red) dimotori putranya Benny Pandjaitan Dino Pandjaitan(Vokalis,Bass,Arr dan Komposer) yang memang kuat musikalitasnya,juga ada Panya Pandjaitan putra Alm Hans Pandjaitan (Drummer) Serta Bambang Rahmadi(Gitar Lead) dan mereka adlh cikal bakal Panbers itu sendiri meskipun dilihat dari Genre The Boss jauh dari bayang-bayang Panbers dan mereka telah mempersiapkan lagu-lagu yang mempunyai kualitas untuk dipersembahkan para penggemar Panbers dan pecinta musik Indonesia pada umumnya..seperti Dan,fallin,terima kasih,terbang dan melayang adalah beberapa lagu yang siap di persembahkan Semoga..
Panbers telah menciptakan lebih dari 700 lagu dalam ratusan album, baik yang beraliran pop, rock, rohani, keroncong bahkan melayu. Hingga kini kelompok Panbers masih eksis meramaikan dunia musik Indonesia, tidak hanya aktif show-show ke daerah-daerah namun mereka juga masih meliris album.
Beberapa lagu Panbers antara lain Gereja Tua, Cinta dan Permata, Kami Cinta Perdamaian, Indonesia My Lovely Country, Akhir Cinta, Jakarta City Sound, Haai, dan Terlambat Sudah.
Di bulan Oktober 2010,Panbers kembali ditinggalkan salah satu personelnya untuk selama-lamanya. Doan Panjaitan meninggal dunia dikarenakan sakit yang dideritanya.Akan tetapi Panbers terus berusaha berkibar dengan karya-karyanya yang abadi.

Berminat?Silahkan hubungi kami
Sms : 082126128671
Bbm : 22A2BBA

Tetty Kadi - Setangkai Bunga



Setangkai Bunga
Remaco - RL-071
1 x Vinyl LP 10'' 33 1/3 RPM
Indonesia

TRACKLIST

A1
Terlalu
Songwriter - A. Rijanto*
A2
Suratmu Itu
Songwriter - A. Rijanto*
A3
Kuda Terbang
Songwriter - Jessy Wenas
A4
Pertjajalah Padaku
Songwriter - Mustafa Wiriat*
B1
Ingin Kenal
Songwriter - A. Rijanto*, Anwar
B2
Selamat Djalan, Selamat Berpisah
Songwriter - A. Rijanto*
B3
Kisah Tjerita Bergambar
Songwriter - Jessy Wenas
B4
Setangkai Bunga
Songwriter - Jasir Sjam

CREDITS

Backing Band
Leader
Photography
Sjam*



Berminat?Silahkan hubungi kami
Sms : 082126128671
Bbm : 22A2BBA

Anthology DIANA


Berminat?Silahkan hubungi kami
Sms : 082126128671
Bbm : 22A2BBA

Mus Mustafa & Rossy


Berminat?Silahkan hubungi kami
Sms : 082126128671
Bbm : 22A2BBA

Erni Djohan - Telok Bayur



Ernie Djohan (lahir 6 April 1951; umur 62 tahun) adalah seorang penyanyi Indonesia keturunan Minangkabau. Ia adalah anak dari keluarga diplomat M Djohan Bakhaharudin yang pernah bermukim di Den Haag, Belanda dan Singapura. Pada usia 11 tahun ia sudah bernyanyi untuk Radio Talentime 1962 di Singapura.
Pada tahun itu juga Ernie Djohan menjadi juara pertama All Singapore's School Talentime. Rekaman pertama di Singapura pada tahun 1962 dilakukan di Phillips Recording Company. Lagu yang sangat di kenang sepanjang masa di era tahun 1970-an adalah Teluk Bayur dan Kau Selalu Hatiku.


Berminat?Silahkan hubungi kami
Sms : 082126128671
Bbm : 22A2BBA

Trio Bimbo & Iin-The Best Of '73



Trio Bimbo & Iin - Band 4 Nada

Side A

DENGAN PUISI, AKU Sjam / Trio Bimbo Taufiq Ismail/Sjam
SALJU Atjil / Trio Bimbo Sjam / Wingkardjo
AKU LUPA Trio Bimbo Sjam
KEHADIRAN Iin / Trio Bimbo Ramadhan KH / Djaka
KU TULISKAN Iin / Trio Bimbo Sjam / Wingkardjo
Side B
VIRGIN IN BALI Atjil / Trio Bimbo sjair: Abdurachman
EMBUN JATUH BERDERAI Iin A. Rijanto
BUKAN SALAHKU Trio Bimbo A. Rijanto
ODA PADA VAN GOGH Sjam / Trio Bimbo Sjam / Taufiq Ismail
BERSEMI DIHATI Iin / Trio Bimbo Sjam
Berminat?Silahkan hubungi kami
Sms : 082126128671
Bbm : 22A2BBA


The Ge & Ge MUSIK KERAS


Pasang surut yang melanda blantika musik Indonesia juga dirasakan oleh The Mercy’s sejak memasuki dunia rekaman. Tahun 1978 The Mercy’s melakukan rekaman yang terakhir, sejak itu anggota The Mercy’s memulai kegiatannya masing-masing. Erwin Harahap memilih jalur Produser Rekaman dan mendirikan perusahaan sendiri. Rinto Harahap menjadi solo, mendirikan band Lolypop dan perusahaan rekaman disamping mencipta lagu dan mengorbitkan penyanyi-penyanyi. Reynold Panggabean memutuskan mendirikan group dangdutnya sendiri yaitu Tarantula. Demikian pula dengan Charles Hutagalung, mendirikan group band Ge & Ge (Genial and Gentlemen) yang menghasilkan HIT-nya “HANYA SATU”, “CUKUPLAH SUDAH” disamping itu ia juga lebih dikenal sebagai penyanyi solo dan pencipta lagu.

Berminat?Silahkan hubungi kami
Sms : 082126128671
Bbm : 22A2BBA

Trio Bimbo dan Iin



Bimbo adalah sebuah grup musik Indonesia yang didirikan sekitar tahun 1967. Personel Bimbo terdiri atas Sam Bimbo, Acil Bimbo, Jaka Bimbo, dan Iin Parlina.
Berawal dengan Trio Bimbo yang banyak dipengaruhi Musik Latin. Lalu merilis album perdana di label Fontana Singapura dengan Melati Dari Jayagiri karya Iwan Abdurachman. Di era tahun '70-an, Bimbo identik dengan lagu-lagu balada yang cenderung berpola minor dengan lirik-lirik puitis.
Di pertengahan '70-an, Bimbo yang lalu diperkuat oleh Iin Parlina dari Yanti Bersaudara mulai menjamah lagu-lagu dengan tema-tema keseharian seperti Abang Becak hingga lagu-lagu yang titelnya menggunakan serial anggota tubuh seperti Kumis, Tangan hingga Mata yang cenderung bernada humor. Memasuki era '80-an, Bimbo mulai bermain dengan lagu-lagu dengan tema-tema kritik sosial seperti Antara Kabul dan Beirut atau Surat untuk Reagan dan Brezhnev.
Namun, di sisi lain ciri khas sebagai kelompok religius pun melekat erat. Berawal dengan lagu Tuhan karya Sam Bimbo dan berlanjut dengan album qasidah di sekitar tahun 1974.
Dalam perjalanan musiknya, Bimbo juga banyak menjalin kolaborasi dengan sederet sastrawan seperti Wing Kardjo dan Taufiq Ismail.
Pada tahun 2007, Bimbo merilis album baru yang antara lain menampilkan karya terbaru Taufiq Ismail yang berpola kritik sosial yaitu Jual Beli dan Hitam Putih.

No Koes - Sok Tahu


Nama Nomo Koeswoyo barangkali bakal dicatat sebagai legendaris dalam blantika musik; sebagai otak menager dari mulai yang penuh sensasi humor sampai yang keras2 gawat!!
Coba anda catat sensasi2 yang nyelekit dalam persaingan blantika musik ini.

Contoh kesatu : Dialah yang memimpin acara jumpa pers, tatkala No Koes pertama kali didirikan diawal tahun 73. Dia memiliki sensasi2 yang galak, tatkala menyelamati nama band-nya itu dengan nama NoKoes. Asosiasi public musik bisa saja kearah kata” Anti Koes Plus”. Sensasi lainnya misalnya bikin band dengan nama PATAS Tanpa Murry.

Kedua : Dalam jumpa pers dulu, Nomo sengaja menyuruh crew NoKoes lainya (yang bekas Usman Bersaudara) ngumpet dari pers. Pers hanya mampu menduga-duga siapa sebenarnya yang lungguh dibelakang formasi No Koes kala itu. Ini merupakan sensasi besar, sebab setelah itu pers lantas sibuk mencari data tentang No Koes. Dengan begitu berita NoKoes selalu hadir di mas media.

Ketiga : Sampai beberapa album banyaknya, No Koes muncul dalam cover plat + kaset tanpa foto para pemain. Dengan begitu, pers-pun tetap disibukan dengan ulah Nomo ini.

Keempat : Tampilnya semacam perang urat syaraf dengan sesama saudara, yakni versus Koes Plus, yang sampai saat ini ber-alas-kan permadani kemewahan Remaco: dilungguhkan sebagai ”Dewa dalam musik”
Itu barangkali sebagian kecil yang bisa diingat. Begitu pula tatkala Yukawi menampilkan nama Kembar Group (Bar Bros) dan No Bo. Kalau Bar Bros konon melungguhkan kembali kharisma pop duet Yon-Yok, maka NoBo punya dua biji sensasi atau lebih,yang sama persis dengan sensasi ala NoKoes. Dari namanya jelas se-olah2 menimang2 kemampuan Bimbo. Sudah tahu musiknya mirip2 Bimbo, kenapa dikasih nama NoBo? Bikin merah muka anak Bimbo aja !.Kedua dalam album pertama group itu,Yukawi tanpa menyebutkan:ciptaan siapa lagu2 itu. Kecuali kata2: ciptaan NoBo begitu saja. Dengan sendirinya, pembeli kaset/plat Cuma mampu bertanya2. Saking besarnya tanda tanya, dan saking hebatnya persamaan NoBo dengan Bimbo,maka publik Bandung pun gempar dengan peredaran kaset ini. Misalnya beberapa komentar penyiar radio di Bandung,” Beberapa radio Bandung sebelum memutar lagu NoBo lebih dulu berkomentar: Ini merupakan group Bimbo yang merekam lagu2nya di Yukawi.

lantas ada komentar lain yang mengatakan,konon Nomo Koeswoyo dan NoKoes-nya join dengan Bimbo dan membuat nama group NoBo. Dan ada lagi yang konyol.Konon No Koes membuat lagu2 ala Bimbo dan direkam di Yukawi”. Bukan main memang intrik sensasi ini. Dan jangan dilupa pula bahwa peredaran kaset/plat NoBo Vol.1 juga tampil tanpa gambar tampang pemain. Ternyata NoBo masih belum mau pula untuk mengadakan jumpa pers macam dulu2. alasannya ” Biar orang2 mencari dia dulu!” kata Nomo. Ini memang sensasi sampai2 sang bapak ’ Koeswoyo Senior geleng kepala dengan sensasi Nomo. Komentarnya Cuma sekalimat ini: ”Mas Nomo memang ulet orangnya!”. Karena uletnya itulah, tatkala dibulan Januari; Tonny Koeswoyo ber-ulang-tahun,maka benggolan Koes Plus itu menyempatkan diri ke Yukawi.Tanpa diduga Tonny berbisik pada Nomo:” Kowe luwih sukses timbang aku" ( kamu lebih sukses ketimbang saya). Sudah tentu kalimat ini bukan dibisikan didepan kuping wartawan, tapi hasil wartawan menjiplak omongan Nomo Koeswoyo.

Adakah omongan satu ini juga sensasi?? Saya kira tidak sebab dalam blantika ini, konon semua cara yang ugal2-an sekalipun dibiarkan saja.
Tahun 1987 NO KOES tiba-tiba mengagetkan blantika musik Indonesai karena lirik jenaka dalam LAYAR TANCAP tiba-tiba BOOMING sampai-sampai di bikin versi ke dua yang berbahasa Jawa. Penjualan album ini pun tercatat kelas PLatinum, cukup membuat generasi baru bertanya-tanya siapa NO Koes.
Dan setelah itu masih sempat merilis satu album lagi kali ini tidak mengusung sekaligus 2 putrinya, mengangkat tembang berjudul "YANG PERTAMA" lagu yang cukup manis dan uniknya liriknya cuman sekitar 4 baris aja terus di ulang-ulang, tapi enak didengarnya. Aransemennya tidak njlimet tapi tetap tidak murahan. No Koes memang sensasional

Sumber : Gang Kuno


Berminat?Silahkan hubungi kami
Sms : 082126128671 Bbm : 22A2BBA

Anna Mathovani


 
Anna Mathovani

Lahir 1954
Bendera Indonesia Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Jenis Musik pop, balada
Pekerjaan penyanyi
Instrumen vokal
Tahun aktif 1960 – 1980an
Perusahaan rekaman Remaco

Anna Mathovani
(lahir di Bandung, Jawa Barat, 1954) adalah penyanyi terkenal dari Bandung dan sangat berbakat seangkatan dengan Tetty Kadi, Erni Djohan, Vivi Sumanti dan lainnya. Lagu-lagunya banyak dikenal sampai kini seperti: "Pertemuan", "Angsa putih", "Gita malam", "Di Keheningan Malam" dan masih banyak lagi.
Lagunya "Di Keheningan Malam" ciptaan Wiyarsih, yang populer pada akhir 1960-an, menggambarkan suasana Konfrontasi antara Indonesia dengan Malaysia.
Anna juga pernah main film bersama Bing Slamet berjudul Ambisi (1973), juga pernah mengisi lagu "Cinta Pertama" untuk film terkenal dengan judul yang sama, Cinta Pertama, yang diperankan oleh Christine Hakim dan Slamet Rahardjo.

Berminat?Silahkan hubungi kami
Sms : 082126128671
Bbm : 22A2BBA

The Best Of Panber's



Berminat?Silahkan hubungi kami
Sms : 082126128671
Bbm : 22A2BBA

Panjaitan Bersaudara (Panbers) adalah satu nama kelompok pemusik yang merupakan kependekan dari Pandjaitan Bersaudara. Kelompok yang didirikan pada tahun 1969 ini terdiri dari empat orang kakak beradik kandung putra-putra dari Drs. JMM Pandjaitan, S.H, (Alm) dengan BSO Sitompul. Mereka adalah Hans Pandjaitan, Benny Pandjaitan, Doan Pandjaitan dan Asido Pandjaitan.
Dengan mengibarkan bendera Panbers, mereka merintis karier mereka di ibukota, mulai dari mengisi acara-acara hiburan di pesta sekolah dan pesta anak muda yang kala itu dikenal dengan 'pesta dayak'. Dengan modal tekad yang bulat serta perjuangan yang gigih mereka mencoba mencipta lagu dan membawakannya di pests-pesta masa itu. Satu nomor yang tak henti mereka bawakan adalah Akhir Cinta, sebuah nomor yang melodius yang tiada bosan mereka hantarkan dimana saja mereka mengadakan pertunjukan. Lewat nomor tersebut pulalah nama Panbers mulai dikenal dan membuat era baru dalam dunia musik Indonesia.
Perjalanan karier Panbers diawali dengan kemunculan pertamanya lewat panggung Istora Senayan pada acara Jambore Bands 1970 yang membawa nama Panbers lebih dikenal luas. Terlebih setelah kesempatan muncul di televisi terbuka sudah buat mereka. Maka melengkinglah lagu-lagu orisinil karya mereka sendiri seperti Bye Bye, Jakarta City Sound, Akhir Cinta, Hanya Semusim Bunga dan Hanya Padamu.
Keberhasilan performance mereka di televisi rupanya menarik perhatian bapak Digta Mimi, seorang Manajer perusahaan piringan hitam Dimita Molding Industries, yang kemudian mengantar kelompok Panbers ke dunia rekaman. Mereka diberi kepercayaan untuk mangabadikan lagu-lagu mereka ke dalam bentuk piringan hitam ebonite. Seperti yang telah diketahui, muncullah hit mereka yang abadi, Akhir Cinta yang selalu terpatri di hati penggemar blantika musik Indonesia. Satu tahapan kesuksesan mereka terenggut lewat long play ke-49 produksi PT. Dimita yang bersejarah itu.
Keberhasilan Panbers di dunia rekaman merupakan awal dari kebangkitan grup band di dalam dunia musik Indonesia yang masa itu di dominir oleh penyanyi-penyanyi tunggal. Kelompok Koeswoyo Bersaudara yang sebagai perintis pada tahun 60-an, kemudian kemunculan Panbers pada awal tahun 1972 yang secara tepat diikuti oleh sekian puluh kelompok pemusik yang meramaikan dunia musik Indonesia hingga saat ini.
Untuk mengikuti perkembangan musik, Kelompok Panbers yang telah kehilangan Hans Pandjaitan, mereka menambah personel ke dalam grup mereka yaitu Maxi Pandelaki yang diberi kesempatan untuk mengisi posisi bas. Sedangkan, Hans Pandjaitan diganti dengan seorang musikus yang bernama Hans Noya.
Saat inipun Panbers telah mempersiapkan juniornya sejak thn 1998 disebut The Boss READ: www.poskotanews.com/2012/12/27/the-boss-band-penerus-panbers/(red) dimotori putranya Benny Pandjaitan Dino Pandjaitan(Vokalis,Bass,Arr dan Komposer) yang memang kuat musikalitasnya,juga ada Panya Pandjaitan putra Alm Hans Pandjaitan (Drummer) Serta Bambang Rahmadi(Gitar Lead) dan mereka adlh cikal bakal Panbers itu sendiri meskipun dilihat dari Genre The Boss jauh dari bayang-bayang Panbers dan mereka telah mempersiapkan lagu-lagu yang mempunyai kualitas untuk dipersembahkan para penggemar Panbers dan pecinta musik Indonesia pada umumnya..seperti Dan,fallin,terima kasih,terbang dan melayang adalah beberapa lagu yang siap di persembahkan Semoga..
Panbers telah menciptakan lebih dari 700 lagu dalam ratusan album, baik yang beraliran pop, rock, rohani, keroncong bahkan melayu. Hingga kini kelompok Panbers masih eksis meramaikan dunia musik Indonesia, tidak hanya aktif show-show ke daerah-daerah namun mereka juga masih meliris album.
Beberapa lagu Panbers antara lain Gereja Tua, Cinta dan Permata, Kami Cinta Perdamaian, Indonesia My Lovely Country, Akhir Cinta, Jakarta City Sound, Haai, dan Terlambat Sudah.
Di bulan Oktober 2010,Panbers kembali ditinggalkan salah satu personelnya untuk selama-lamanya. Doan Panjaitan meninggal dunia dikarenakan sakit yang dideritanya.Akan tetapi Panbers terus berusaha berkibar dengan karya-karyanya yang abadi.



Titiek Sandhora & Muchsin-Relakan Daku Pergi



Berminat?Silahkan hubungi kami
Sms : 082126128671
Bbm : 22A2BBA

Koes Plus Vol. 2



Koes Plus adalah grup musik Indonesia yang dibentuk pada tahun 1969 sebagai kelanjutan dari grup Koes Bersaudara. Grup musik yang terkenal pada dasawarsa 1970-an ini sering dianggap sebagai pelopor musik pop dan rock 'n roll di Indonesia. Sampai sekarang, grup musik ini kadang masih tampil di pentas musik membawakan lagu-lagu lama mereka, walaupun hanya tinggal Yon yang aktif.
Lagu-lagu mereka banyak dibawakan oleh pemusik lain dengan aransemen baru. Sebagai contoh, Lex's Trio membuat album yang khusus menyanyikan ulang lagu-lagu Koes Plus, Cintamu T'lah Berlalu yang dinyanyikan ulang oleh Chrisye, serta Manis dan Sayang yang dibawakan oleh Kahitna.

Koes Plus Volume 2 (1970):
1.lagu dalam impian
2.kisah sedih di hari minggu
3.kau tinggalkan aku
4.pencuri hati 5.hidup yang sepi
6.jangan selalu marah
7.rahasia hatiku
8.andaikan kau datang
9.bilajah kau pulang
10.hanya pusaramu
11.mengapa kau sedih
12.janjimu.

Berminat?Silahkan hubungi kami
Sms : 082126128671
Bbm : 22A2BBA


Panber's Vol 5


Berminat?Silahkan hubungi kami
Sms : 082126128671
Bbm : 22A2BBA

Panjaitan Bersaudara (Panbers) adalah satu nama kelompok pemusik yang merupakan kependekan dari Pandjaitan Bersaudara. Kelompok yang didirikan pada tahun 1969 ini terdiri dari empat orang kakak beradik kandung putra-putra dari Drs. JMM Pandjaitan, S.H, (Alm) dengan BSO Sitompul. Mereka adalah Hans Pandjaitan, Benny Pandjaitan, Doan Pandjaitan dan Asido Pandjaitan.
Dengan mengibarkan bendera Panbers, mereka merintis karier mereka di ibukota, mulai dari mengisi acara-acara hiburan di pesta sekolah dan pesta anak muda yang kala itu dikenal dengan 'pesta dayak'. Dengan modal tekad yang bulat serta perjuangan yang gigih mereka mencoba mencipta lagu dan membawakannya di pests-pesta masa itu. Satu nomor yang tak henti mereka bawakan adalah Akhir Cinta, sebuah nomor yang melodius yang tiada bosan mereka hantarkan dimana saja mereka mengadakan pertunjukan. Lewat nomor tersebut pulalah nama Panbers mulai dikenal dan membuat era baru dalam dunia musik Indonesia.
Perjalanan karier Panbers diawali dengan kemunculan pertamanya lewat panggung Istora Senayan pada acara Jambore Bands 1970 yang membawa nama Panbers lebih dikenal luas. Terlebih setelah kesempatan muncul di televisi terbuka sudah buat mereka. Maka melengkinglah lagu-lagu orisinil karya mereka sendiri seperti Bye Bye, Jakarta City Sound, Akhir Cinta, Hanya Semusim Bunga dan Hanya Padamu.
Keberhasilan performance mereka di televisi rupanya menarik perhatian bapak Digta Mimi, seorang Manajer perusahaan piringan hitam Dimita Molding Industries, yang kemudian mengantar kelompok Panbers ke dunia rekaman. Mereka diberi kepercayaan untuk mangabadikan lagu-lagu mereka ke dalam bentuk piringan hitam ebonite. Seperti yang telah diketahui, muncullah hit mereka yang abadi, Akhir Cinta yang selalu terpatri di hati penggemar blantika musik Indonesia. Satu tahapan kesuksesan mereka terenggut lewat long play ke-49 produksi PT. Dimita yang bersejarah itu.
Keberhasilan Panbers di dunia rekaman merupakan awal dari kebangkitan grup band di dalam dunia musik Indonesia yang masa itu di dominir oleh penyanyi-penyanyi tunggal. Kelompok Koeswoyo Bersaudara yang sebagai perintis pada tahun 60-an, kemudian kemunculan Panbers pada awal tahun 1972 yang secara tepat diikuti oleh sekian puluh kelompok pemusik yang meramaikan dunia musik Indonesia hingga saat ini.
Untuk mengikuti perkembangan musik, Kelompok Panbers yang telah kehilangan Hans Pandjaitan, mereka menambah personel ke dalam grup mereka yaitu Maxi Pandelaki yang diberi kesempatan untuk mengisi posisi bas. Sedangkan, Hans Pandjaitan diganti dengan seorang musikus yang bernama Hans Noya.
Saat inipun Panbers telah mempersiapkan juniornya sejak thn 1998 disebut The Boss READ: www.poskotanews.com/2012/12/27/the-boss-band-penerus-panbers/(red) dimotori putranya Benny Pandjaitan Dino Pandjaitan(Vokalis,Bass,Arr dan Komposer) yang memang kuat musikalitasnya,juga ada Panya Pandjaitan putra Alm Hans Pandjaitan (Drummer) Serta Bambang Rahmadi(Gitar Lead) dan mereka adlh cikal bakal Panbers itu sendiri meskipun dilihat dari Genre The Boss jauh dari bayang-bayang Panbers dan mereka telah mempersiapkan lagu-lagu yang mempunyai kualitas untuk dipersembahkan para penggemar Panbers dan pecinta musik Indonesia pada umumnya..seperti Dan,fallin,terima kasih,terbang dan melayang adalah beberapa lagu yang siap di persembahkan Semoga..
Panbers telah menciptakan lebih dari 700 lagu dalam ratusan album, baik yang beraliran pop, rock, rohani, keroncong bahkan melayu. Hingga kini kelompok Panbers masih eksis meramaikan dunia musik Indonesia, tidak hanya aktif show-show ke daerah-daerah namun mereka juga masih meliris album.
Beberapa lagu Panbers antara lain Gereja Tua, Cinta dan Permata, Kami Cinta Perdamaian, Indonesia My Lovely Country, Akhir Cinta, Jakarta City Sound, Haai, dan Terlambat Sudah.
Di bulan Oktober 2010,Panbers kembali ditinggalkan salah satu personelnya untuk selama-lamanya. Doan Panjaitan meninggal dunia dikarenakan sakit yang dideritanya.Akan tetapi Panbers terus berusaha berkibar dengan karya-karyanya yang abadi.